PENGARUH KONSELING DALAM KEHIDUPAN, DAN HUBUNGANYA DENGAN KESEHATANMENTAL. (Kpm-Dri)
A. Konseling dan pengaruhnya
Konseling adalah suatu upaya membantu individu melalui prosesi interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli yang bertujuan agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif dalam berprilaku.
Untuk memudahkan pemahaman pembaca, secara umum konseling lebih dikenal dengan proses pemberi bantuan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (disebut klien) bertujuan untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapai klien.
Pada hakikatnya, konseling memiliki tujuan mulia untuk mendewasakan pemikiran seseorang dalam merespon suatu peristiwa atau kejadian. oleh sebab itu, diharapkan agar kedepannya mampu untuk mengubah prilaku yang tidak sesuai menjadi lebih tepat, mampu belajar dalam membuat keputusan, mampu mencegah munculnya masalah serta mampu memahami diri dan mengetahui langkah-langkah bijak dalam bertingkah laku dan mengaktualisasikan diri untuk membangun kesehatan mental positif.
Dibeberapa artikel penulis sempat membaca, sebagian orang masih menanam kekeliruan atau kesimpang-siuran tentang pemaknaan dan penerapan konseling dikehidupan sehari-hari, salah satunya seperti yang dijelaskan dalam Prayitno (2013) ada 15 kekeliruan pemahaman dalam melihat Bimbingan konseling.
Untuk menyikapi fenomena tersebut, kita sebagai orang yang paham akan pentingnya pengaruh serta dampak baik dalam pelaksaan konseling, harus lebih sigap dalam bergerak mengarahkan orang-orang yang membutuhkan bantuan dari profesi konseling itu sendiri. Ada banyak cara untuk mengenalkan konseling, dengan sosialisasi konseling, membangun kepercayaan pada konseling, menjelaskan dampak postif konseling, menunjukkan bukti nyata keberhasilan konseling, memperluas ruang gerak realisasi konseling diawali dengan masyarakat sekitar.
B. Konseling dan hubungannya dengan kesehatan mental
Kesehatan mental menurut Zakiah Daradjat adalah “terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neorose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psychose)”. Sedangkan menurut sururin kesehatan mental adalah “kemampuan untuk menyesuaikan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup”.
Dari pengertian diatas dapat disumpulkan bahwa kesehatan mental yaitu kemampuan seseorang dalam menyesuaikan dirinya baik dengan orang lain serta dengan lingkunganya dan orang tersebut sehat mentalnya dari gejala-gejala kejiwaan dan penyakit jiwa.
Menurut Zakiah Daradjat pula, gangguan kesehatan mental dapat mempengaruhi antara lain; perasaaan, pikiran, kelakuan, serta kesehatan tubuh. Oleh karena itu, semua penyakit jiwa dan gangguan jiwa disebabkan karena perasaan tertekan yang tidak bisa dihindari oleh si penderita, sehingga jadilah perasaaan itu terus-menerus ia simpan yang pada akhirnya menyebabkan penderita menjadi pesimis dan hilang akal dalam mengontrol dirinya.
Disamping itu, sebagaimana yang telah dipaparkan secara ringkas diatas bahwasannya dengan menerapkan pendekatan konseling mampu melatih dan mengarahkan individu memiliki kualitas kemampuan mandiri dalam menganalisa pikiran dan perasaan kearah yang lebih tepat. Kematangan prilaku dan sikap tersebut lah yang dimasa mendatang dapat menjadi perisai maupun benteng bagi masing-masing individu. Karena sejatinya kesehatan mental dapat dipelihara dan terus dikembangkangkan untuk menghindari diri dari gejala-gejala penyakit jiwa atau gangguan kejiwaan. Maka dari itu sebagai individu pun kita harus sigap dan tanggap menyikapi problema yang hadir, kadang memendam tidak bisa dijadikan satu-satunya pilihan untuk menghindari masalah, masalah perlu diselesaikan agar tidak menjadi tekanan yang menekan batin individu itu sendiri, masalah yang terus dipupuk, disimpan, lama lama tertimbun dapat menjadi boomerang untuk diri sendiri, ketika masalah sudah mendominasi dan bercabang-cabang kita akan sangat kesulitan menyelesaikan nya. Setelah itu, tidak ada jaminan bagi kita untuk kembali menjalankan hidup makmur selayak masing-masing harapan.
Memiliki mental yang sehat adalah hal yang sangat penting dalam menjalankan perputaran roda hidup. Untuk menghindarinya individu perlu difasilitasi oleh konseling. Metode konseling yang dilakukan secara individual mapun klasikal terhadap konseli bertujuan untuk merumuskan problem solving dari masalah-masalah psikologis konseli. Apabila problem solving sudah terwujud, maka permasalahan apapun akan segera mendapatkan jalan keluar yang memadai. Dengan begitu, ini menjadi suatu upaya menciptakan kondisi kesehatan mental tidak hanya pada individu melainkan juga pada ruang lingkup masyarakat.
Referensi ;
Nurihsan, Ahmad Juntika. Bimbingan dan Konseling dalam berbagai latar kehidupan.2007. Bandung: PT Refika Aditama.
Daradjat, Zakiah, Islam dan Kesehatan Mental, Jakarta:PT. Toko Gunung Agung, 1996, cet. VIII
Hasil Pandangan dan pemikiran pribadi melalui proses pembelajaran.
Wahh sangat bermanfaat kontennya min..ditunggu informasi2 yg bermafaat lainnya..👍😊
BalasHapusSemoga terus berkarya ya, semoga kedepannya makin sukses , good luck for you
BalasHapusGoodluck min 💯
BalasHapusTentunya ini sangat bermanfaat bagi saya dan mahasiswa lainnya🤗
Semangat dan pantang lelah ya min buat materi lainnya.
Be successful 😇
Konten yang menarik ❤❤ teruskan 👍
BalasHapusSangat bermanfaat syekakihh😍🤗
BalasHapus